ITS-Pertamina Jajaki Pembinaan Mahasiswa Entrepreneur

Updated

JAKARTA – Sejumlah dosen dan mahasiswa jurusan Teknik Kimia Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS) Surabaya menggelar diskusi dengan Pertamina guna membahas kemungkinan adanya kerja sama dua belah pihak. Salah satunya dalam bidang entrepreneurship.

Dalam beberapa tahun terakhir, jurusan Teknik Kimia ITS memang memfokuskan diri untuk menghasilkan lulusan yang dapat menciptakan lapangan kerja sendiri.

“Ke depan, diharapkan para lulusan ITS bisa mencipyakan lapangan kerja sendiri. Biasanya jurusan mengadakan workshop yang kemudian dapat menghasilkan kelompok usaha baru, namun selama ini kami masih terbatas dalam hal penyertaan modal,” ujar Ketua Jurusan Teknik Kimia ITS Tri Widjaja seperti dikutip dari ITS online, Kamis (22/9/2011).

Hal ini disambut baik oleh pihak Pertamina yang diwakili oleh Direktur Operasional Pertamina, Rukmi Hadihartini. Dia menyatakan, pihaknya sanggup mendukung lahirnya beberapa wirausaha baru melalui Program Kemitraan dan Bina Lingkungan (PKBL).

“Kami (Pertamina) juga dapat memberi pelatihan dan modal awal untuk wirausaha baru hingga usahanya telah mandiri,” tutur Rukmi.

Modal awal yang diberikan pada wirausaha baru ini terbilang cukup besar, yakni Rp75 juta. Namun, diperlukan sejumlah proses untuk mendapatkan dana tersebut, mulai dari pengajuan proposal hingga survei yang dilakukan oleh Pertamina.

“PKBL Pertamina dananya besar dan kami diminta untuk selalu menjalin kerja sama dengan mitra atau wirausaha baru setiap tahunnya. Namun, usaha tersebut harus sesuai kriteria,” katanya menambahkan.

Bahkan, lanjut Rukmi, Pertamina dapat menjalin kerja sama lebih lanjut dengan wirausaha baru yang telah mandiri. “Yang berhubungan dengan Teknik Kimia misalnya, Supplier Chemical Katalis. Ke depannya juga bisa bekerja sama dengan Pertamina,” ujarnya.

Selain bidang entrepreneur, pada diskusi tersebut juga dibahas adanya kemungkinan kerja sama bidang penelitian. “Jika ada riset, ITS juga bisa bekerja sama dengan Pertamina. Itu kerja sama yang ideal antara perguruan tinggi dan industri,” katanya menambahkan.